JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : METODE EKSTRAKSI SENYAWA-SENYAWA ORGANIK
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I :
METODE EKSTRAKSI SENYAWA-SENYAWA ORGANIK
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH :
ADITH ANDRIZAL
(A1C119065)
NAMA DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
Percobaan Ke – 13
I Judul : Metode Ekstraksi Senyawa-Senyawa Organik
II Hari, Tanggal : Senin, 17 Mei 2021
III Tujuan : Adapun tujuan dari percobaan ini, antara lain :
1. Untuk dapat mengetahui metode ekstraksi
2. Untuk dapat memahami ekstraksi metode perkolasi
3. Untuk dapat memahami prinsip ekstraksi perkolasi
IV Landasan Teori
Dalam penemuan suatu obat tradisional dapat menggunakan salah satu metode, yaitu metode ekstrkasi. Dalam memilih metode ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti sifat bahan dan senyawa yang akan diisolasi. Sebelum melakukan percobaan ada yang perlu ditentukan pada target ekstraksi seperti senyawa yang belum diketahui (Mukhriani, 2014).
https://media.neliti.com/media/publications/137566-ID-ekstraksi-pemisahan-senyawa-dan-identifi.pdf
Pengertian ekstraksi ialah suatu proses penarikkan suatu zat terlarut dari larutannya. Pelarut yang digunakan bisa air maupun pelarut lain yang sesuai. Beberapa metode ekstraksi yang dapat digunakan pada senyawa organik bahan alam, yaitu : metode meserasi, perkolasi, sokletasi, digesti, refluks, infus dan dekok (Hasrianti, 2016).
file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/608-1052-1-SM.pdf
salah satu metode ekstraksi yaitu metode perkolasi. Metode ini memiliki keuntungan dalam melakukan ekstraksi seperti adanya aliran pelarut yang menyababkan adanya pergantian larutan. Alat dalam melakukan ekstraksi dengan metode ini dinamakan perkolator (Ibtisam, 2008).
http://eprints.ums.ac.id/1539/1/K100050085.pdf
Dalam melakukan metode perkolasi dipengaruhi olehnya waktu dan perbandingan bahan pelarut. Selain itu, jumlah ekstrakkan juga mempengaruhi dalam perpindaan untuk menentukan tingkat perbedaan konsentrasi (Rosidah, 2017).
http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/MPK/article/viewFile/5706/5124
V Alat dan Bahan
5.1 Alat
1. Alat perkolator
2. Kertas saring
3. Kapas
4. Corong pisah
5. Batang pengaduk
6. Mesh ukuran 22
7. Gelas ukur
8. Gelas kimia
9. Corong kaca
10. Water bath
11. Rotary evaporator
5.2 Bahan
1. Simplia daun jati belanda
2. alkohol 70 %
VI Prosedur Kerja
1. Dihaluskan daun kering jati belanda dengan cara diblender terlebih dahulu
2. Diayak menggunakan mesh ukuran 22
3. Ditimbang simplisia yang sudah di blender yaitu 40 gram untuk perkolasi
4. Dimasukkan simplisisa kedalam gelas kimia
5. Dibasahi dengan ditambahkan etanol 80 % diaduk rata dan dididamkan sebentar
6. Disiapkan perkolator yang dilengkapi dengan kertas saring dan kapas atau sekat berpori lainnya, untuk menahan serbuk simplisia
7. Dipindahkan serbuk simplisia yang telah dimaserasi, masa sedikit demi sedkit kedalam perkolator,sambil secra berhati hati
8. Kedalam perkolator ditunag secara perlahan pelarut pengekstraksi secukupmya, sampai cairan murni menetes dan diatas simplisia tetap dipertahankan terdapat selapis pelarut (1-2 cm di atas permukaan sample) kemudian diaduk hingga merata
9. Ditutup bagian atas perkolator dengan plastik agar pelarut tidak menguap dan didiamkan selama 24 jam
10. Ditambahkan etanol dan ditutup dengan plastik wrap
11. Ditutup perkolator dengan plastik
12. Ditambahakan pelarut secara berulang sehingga selalu terdapat selapis cairan penyari di atas simplisia
13. Dilakukan penetesan sampai sampel perkolat terekstraksi sempurna yang ditunjukkan dengan reaksi negatif secara kimia
14. Ditutup keran perkolator apabila proses ekstraksi telah selesai
15. Dimasukkan sampel kedalam labu rotary evaporator
16. Dipanaskan sampel pada water bath hingga tersisa satu cawan
17. Kemudian diaduk hingga mengental seperti pasta. Lalu, dimasukkan ekstrak kental ke dalam vial dan timbang
Berikut adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini :
Permasalahan :
1. Kenapa sekeliling percolator di tutup oleh plastic?
2. Kenapa pelarut tidak boleh sampe habis saat melakukan ekstraksi?
3. Apa tujuan dilakukan pemanasan pada hasil ekstraksi?
Baiklah, perkenalkan nama saya: Elseria Afriyanti Togatorop, NIM : A1C119071
BalasHapusakan menjawab pertanyaan 1
alasan percolator di tutup oleh plastic pada vidio tersebut adalah supaya pelarut tidak menguap dan didiamkan selama 24 jam, dikarenakan jika pelarut menguap maka dapat mempengaruhi hasil ekstrak dari perkolasi
baiklah saya Rara Akda Septian dengan NIM A1C119095
BalasHapusAkan menjawab permasalahan no 2
karena pada prosees ektrasksi ini Ekstraksi merupakan suatu proses penarikan senyawa metabolit sekunder dengan bantuan pelarut. Ekstraksi akan lebih cepat dilakukan pada suhu tinggi, tetapi hal ini dapat mengakibatkan beberapa komponen mengalami kerusakan .
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBaiklah perkenalkan nama saya Lela Sastry Br Sormin dengan Nim A1C119086akan menjawab pertanyaan
BalasHapusTujuan Supaya mudah atau cepat untuk mengental