LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: METODE EKSTRAKSI SENYAWA-SENYAWA ORGANIK
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I:
METODE EKSTRAKSI SENYAWA-SENYAWA ORGANIK
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH :
ADITH ANDRIZAL
(A1C119065)
NAMA DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
Percobaan Ke – 13
VII . Data Pengamatan
|
Prosedur kerja |
Fungsi alat dan bahan |
Tujuan prosedur kerja |
Hasil pengamatan |
|
Dihaluskan daun kering jati belanda dengan cara diblender terlebih dahulu |
Alat : · Alat perkolator sebagai alat yang digunakan untuk proses ekstraksi atau sebagai wadah cairan yang akan diambil ekstraknya · Kertas saring berfungsi memisahkan partikel suspensi dari cairan, untuk memisahkan anatara zat terlarut dan padatan · Kapas sebagai penyekat agar dapat menyaring partikel yang tertinggal · Corong pisah sebagai alat yang digunakan dalam memisahkan komponen komponen dalam suatu campuran · Batang pengaduk sebagai alat untuk mengaduk simplisia · Mesh ukuran 22 sebagai ayakan dengan distribusi partikel 22 lubang pada bidang jaring/kasa seluas 1 inch yang dimana dapat menyaring partikel seukuran 0,7 mm · Gelas ukur digunakan untuk mengukur volume cairan · Gelas kimia sebagai tempat untuk menampung bahan ataupun mereaksikan bahan · Corong kaca Sebagai alat bantu untuk memindah / memasukkan larutan ke wadah / tempat yang mempunyaai dimensi pemasukkan sampel bahan kecil. Bahan : · Simplia daun jati belanda sebagai sampel yang akan diekstraksi · alkohol 70 % sebagai pelarut |
Untuk membuat sampel yang akan di uji coba
|
Daun kering jati menjadi halus
|
|
Diayak menggunakan mesh ukuran 22 |
Untuk memisahkan komponen yang besar dan kecil
|
Komponen yang kecil dan besar sudah terpisah
|
|
|
Ditimbang simplisia yang sudah di blender yaitu 40 gram untuk perkolasi |
Untuk menimbang sampel yang akan di uji coba pada perkolasi
|
Berat sampel yang digunakan yaitu 40 gram
|
|
|
Dimasukkan simplisisa kedalam gelas kimia |
Untuk menjadi tempat pencampuran sampel
|
Semua sampel sudah berada di gelas kimia
|
|
|
Dibasahi dengan ditambahkan etanol 80 % diaduk rata dan dididamkan sebentar |
Untuk membuat sampel menjadi lembab
|
Sampel terbasahi semua secara merata
|
|
|
Disiapkan perkolator yang dilengkapi dengan kertas saring dan kapas atau sekat berpori lainnya, untuk menahan serbuk simplisia |
Alat dan sampel siap akan digunakan
|
Alat sudah tersusun
|
|
|
Dipindahkan serbuk simplisia yang telah dimaserasi, masa sedikit demi sedkit kedalam perkolator,sambil secra berhati hati |
Sampel sudah berada didalam perkolator
|
||
|
Kedalam perkolator ditunag secara perlahan pelarut pengekstraksi secukupmya, sampai cairan murni menetes dan diatas simplisia tetap dipertahankan terdapat selapis pelarut (1-2 cm di atas permukaan sample) kemudian diaduk hingga merata |
Untuk melakukan ekstraksi pada sampel dau jati kering
|
Sampel dan pelarut sudah tercampur
|
|
|
Ditutup bagian atas perkolator dengan plastik agar pelarut tidak menguap dan didiamkan selama 24 jam |
agar pelarut tidak menguap |
Warna larutan coklat
|
|
|
Ditambahkan etanol dan ditutup dengan plastik wrap |
Agar pelarut tetap berada di perkolator saat melakukan ekstraksi
|
Etanol berada di atas perkolator
|
|
|
Ditutup perkolator dengan plastik |
Agar saat melakukan ekstraksi, hasil ekstraksi tidak menguap dan sampel tidak terkena sinar matahari
|
Percolator sudah tertutup dengan plastik
|
|
|
Ditambahakan pelarut secara berulang sehingga selalu terdapat selapis cairan penyari di atas simplisia |
Agar pelarut tidak kering saat melakukan ekstraksi
|
Hasil ekstraksi dan pelarut keluar tetes demi setetes
|
|
|
Dilakukan penetesan sampai sampel perkolat terekstraksi sempurna yang ditunjukkan dengan reaksi negatif secara kimia |
Untuk melihat hasil akhir ekstraksi
|
Pelarut menetes dengan kecepatan 1-2 mL/menit
|
|
|
Ditutup keran perkolator apabila proses ekstraksi telah selesai |
Agar sisa sampel tidak keluar lagi
|
Hasil ekstraksi terisi penuh
|
|
|
Dimasukkan sampel kedalam labu rotary evaporator |
untuk memanaskan hasil akhir ekstraksi
|
Shasil ekstraksi sudah berada di dalam labu rotary evaporator |
|
|
Dipanaskan sampel pada water bath hingga tersisa satu cawan |
untuk membuat hasil elstraksi kental hingga tersisa satu cawan
|
hasil ekstraksi sudah mulai menguap dan berbentuk kental
|
|
|
Kemudian diaduk hingga mengental seperti pasta. Lalu, dimasukkan ekstrak kental ke dalam vial dan timbang |
untuk melihat hasil akhir ekstraksi
|
Hasil akhir ekstrkasi daun jati kering berbentul cairan kental seperti pasta |
VIII. PEMBAHASAN
Metode ekstraksi senyawa organik bahan alam yang sering digunakan yaitu : maserasi, perkolasi, infidasi, sokletasi. Percobaan ini kami mengambil metode ekstraksi dengan cara perkolasi. Metode perkolasi ini lebih baik dari metode maserasi karena pelarut selalu ada atau dialirkan secara langsung yang membuat metode ini lebih unggul dari metode maserasi.
Sampel yang digunakan adalah daun kering jati belanda yang dihaluskan mengunakan belender dan kemudian di saring hingga mendapatkan sampel yang halus, sedangkan untuk pelarutnya menggunakan etanol 80 %. Pelarut ini mudah menguap oleh karena itu setiap perkalator bagian atas harus ditutup menggunakan plastic.
Mula mula susun terlebih dahulu alatnya, dimana metode perkolasi pada percobaan ini menggunakan metode perkolasi bertingkat. Setelah disusun masukkan sampel kedalam perkolator kemudian dilanjutkan oleh pelarutnya dan didiamkan selama beberapa jam. Setelah didiamkan maka ekstraksi dapat berlangsung. Ketika hasil ekstraksi didapatkan selanjutnya di panaskan menggunakan water bath atau labu rotary evaporator untuk membuat larutan menjadi kental dengan menguapkan pelarut yang ada.
IX. PERTANYAAN
1. Mengapa perkolator bagian atasnya ditutup dengan plastic?
2. Mengapa hasil ekstraksi harus dikentalkan?
3. Kenapa setelah sampel dan pelarut beradi di percolator harus didiamkan beberapa jam?
X. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan, dapat disimpulkan :
Ekstraksi adalah pemisahan zat terlarut atau senyawa yang tercampur dalam suatu larutan berdasarkan perbedaan kelarutannya. Salah satu metode yang dapt digunakan ialah perkolasi.
Perkolasi adalah cara penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi. Kekuatan yang berperan pada perkolasi antara lain gaya berat, kekentalan, daya larut, tegangan permukaan, difusi, osmosa, adesi, daya kapiler, dan daya geseran (friksi).
Prinsip dari perkolasi ialah gerakan ke bawah disebabkan oleh karena gravitasi, kohesi, dan berat cairan di atas dikurangi gaya kapiler yang menahan gerakan ke bawah. Perkolat yang diperoleh dikumpulkan, lalu dipekatkan.
XI. DAFTAR PUSTAKA
Hasrianti, Nururrahmah, Nurasia, 2016, Pemanfaatan Ekstrak Bawang Merah Dan Asam Asetat Sebagai Pengawet Alami Bakso, Jurnal Dinamika, Vol.7, No.1.
Ibtisam, 2008, Optimasi Pembuatan Ekstrak Daun Dewandaru (Eugenia Uniflora L.) Menggunakan Metode Perkolasi Dengan Parameter Kadar Total Senyawa Fenolik Dan Flavonoid, Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Mukhriani, 2014, Ekstraksi, Pemisahan Senyawa, Dan Identifikasi Senyawa Aktif, Jurnak Kesehatan, Vol.7, No.2.
Rosidah dkk, 2017, Optimasi Kondisi Ekstraksi Senyawa Total Fenolik Buah Labu Siam Menggunakan Responsesurface Methodology, Media Libangkes, Vol.27, No.2.
Baiklah,perkenalkan nama saya Elseria Afriyanti Togatorop, NIM:A1C119071
BalasHapusAkan menjawab pertanyaan no 1
Alasan mengapa bagian atas perkolator ditutup dengan plastik supaya pada saat melakukan ekstraksi,hasil ekstraksi tidak menguap dan sampel tidak terkena matahari sehingga akan diperoleh hasil ekstraksi yang sempurna
baiklah saya Rara Akda Septian dengan NIM A1C119095
BalasHapusAkan menjawab permasalahan no 3
diidiamkan beberapa jam tersebut Agar proses perubahan pada warna larutan dapat terlihat dengan jelas,sehingga hasil yang diperoleh sesuai .
Baiklah perkenalkan nama saya Lela Sastry Br Sormin dengan Nim A1C119086 akan menjawab pertanyaan
BalasHapusMula mula susun terlebih dahulu alatnya, dimana metode perkolasi pada percobaan ini menggunakan metode perkolasi bertingkat. Setelah disusun masukkan sampel kedalam perkolator kemudian dilanjutkan oleh pelarutnya dan didiamkan selama beberapa jam. Setelah didiamkan maka ekstraksi dapat berlangsung. Ketika hasil ekstraksi didapatkan selanjutnya di panaskan menggunakan water bath atau labu rotary evaporator untuk membuat larutan menjadi kental dengan menguapkan pelarut yang ada.