JURNAL ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

 

JURNAL ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

 

JURNAL PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK I

 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

ADITH ANDRIZAL

(A1C119065)

 

 

NAMA DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

PERCOBAAN 1

  I.  Judul                   :   Analisa Kualitatif Unsur-UnsurZat Organik

 II.  Hari, Tanggal     :   Senin, 15 Febuari 2021

III.  Tujuan                :   Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut

1.   Untuk mengetahui prinsip dasar dalam analisa kualitatif dalam kimia

 organik terutama pada unsur-unsur halogen

  2.  Untuk mengetahui tahapan kerja analisa yang dimulai dengan unsur halogen dalam suatu senyawa organik

IV.  Landasan Teori      

Ilmu kimia mencakup pengetahuan tentang unsur penyusun suatu materi, sturktur atom, jenis ikatan antar atom dalam suatu materi, susunan atom dalam suatu senyawa, sifat-sifat suatu senyawa, reaksi antara suatu senyawa dengan senyawa lain, mekanisme yang terjadi bila suatu senyawa diubah menjadi senyawa lain, katalis dan kecepatan reaksi, serta topik lainnya (Ending, 2019) .

Pada bidang kimia ada dua cara untuk menganalisis suatu senyawa atau unsur, yaitu : pertama analisis kuantitatif dan kedua analisis kualitatif. Analisis kualitatif berkaitan dengan penetapan berapa banyaknya suatu zat tertentu yang terkandung dalam suatu sampel. Zat yang di tetapkan tersebut sering kali dinyatakan sebagai konstituen atau analit menyusun sebagian kecil atau sebagaian besar sampel yang di analisis. Jika zat yang di analisis (analit) tersusun lebih dari sekitar 1% dari sampel maka analit ini di anggap sebagai konstituen utama. Zat itu di anggap konstituen minor jika jumlahnya berkisar antara 0,01 hingga 1% dari sampel terakhir, suatu zat yang hadir hingga kurang ) 0,01 hingga 1% dianggap sebagai konstituen pelarut (Sri Rejeki, 2014).

Jika pada suatu sampel cairan dalam gelas kimia, ingin mengetahui tentang kandungan sampel cair itu maka yang harus dilakukan adalah menganalisa kualitatif terhadap sampel cairan itu, karena salah satu cara yang dapat digunakan serta paling efektik utuk mempelajari unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan adalah analisis kualitatif. Dalam melakukan metode kualitatif kita bisa menggunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifik. Kedua pereaksi ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui jenis anion atau kation suatu larutan. Klasifikasi ini didasarkan suatu kation apakah bereaksi dengan regensia-regensia ini dengan membentuk endapan atau tidak. Sedangkan metode yang dilakukan dalam anion tidak sistematik kation. Namun pada skema yang digunakan juga bukan skema yang kaku, karena anion termasuk dalam lebih dari satu golongan. https://siskaapriyoannita.wordpress.com/2012/03/03/analisis-kualitatif/)

Pengajaran yang banyak bergerak dalam bidang identifikasi senyawa organik yang tidak diketahui (unknow) disebut Analisa organik kualitatif. Pada organik kualitatif terutama dalam kerja analisis akan mencakup bidang-bidang klasifikasi kelarutan, analisa unsur, dan sifat fisik, serta klasifikasi gugus fungsi dengan cara identifikasi sifat derivatnya (Tim Kimia Organik, 2016 ) .

Jika sampel berupa zat padat kita perlu mengeringkannya terlebih dahulu sebelum menganalisisnya. Pengukuran berat yang akurat terhadap sampel (atau voluhmenya jika berupa gas) harus dilaksanakan. Karena hasil-hasil kuantitatif biasanya dilaporkan secara relative misalnya jumlah gram analit per 100 gr sampel dalam persen berat. Suatu analisis yang lengkap sebenarnya terdiri dari lima tahap utama :

1. Pencuplikan sampel, yang dimana pemilihan suatu sampel yang representative dari material yang dianalisis,

2.  Pelarutan sampel,

3.  Konversi analit menjadi suatu bentuk yang cocok untuk diukur,

4.  Pengukuran, serta, dan

5.  Perhitungan dan penafsiran dari hasil pengukuran tersebut.

(Day & Underwood.2002).

V.  Alat dan Bahan

5.1  Alat

           1.   Tabung reaksi

           2.   Penjepit

           3.   Spatula & corong

           4.  Bunsen dan kaki tiga

           5.  Lumpang dan alu

           6.   Kertas saring

           7.   Vial

5.2 Bahan

   1. FeSO4 Kristal  

  2. Pb Asetat 

   3. Asam Asetat 

  4. AgNO3 0,1 N  

  5. Logam Natrium 

  6. Urea    

  7. N2H4.2HCl   

  8. Belerang

    9. HNO3     

10. H2SO4

VI.  Prosedur Kerja

      6.1  Analisa Unsur

        1.  Halogen Menggunakan Metoda Leburan dengan Natrium

                   A.    Membuat preparasi sampel unsur senyawa yang mengandung unsur S,N dan H.

1.)      Dilakukan pencampuran dengan ditambahkan urea dan N2H4.2HCl dengan banding 1:1 masing-masing

2.)     Digerus sampai homogen

3.)      Dimasukkan 3 potong logam Natrium kedalam vial

4.)      Dipijarkan logam Na dengan menggunakan Bunsen

5.)      Didinginkan logam Na itu yang sudah dipijarkan

6.)  Dimasukkan campuran sampel hasil pecampuran antara urea dan N2H4.2HCl itu kedalam vial

7.)      Dilakukan pemijaran dengan api yang kuat/besar.

8.)      Ditunggu sampai keluar asap dan adanya percikkan api

9.)      Dimasukkan dengan cepat kedalam gelas beker yang berisi air suling 100ml

10.)  Dididihkan hingga muncul gelebung pada air

11.)  Didinginkan lalu disaring

12.)  Diperoleh hasil penyaringan sebagai filtrate yang nantinya bertujuan untuk menganalisis adanya unsur belerang,halogen dan nitrogen.

13.)   Disediakan 3 tabung, lalu diisi dengan secukupnya dengan hasil filtrate itu dengan         menggunakan pipet tetes.

                   B.     Menganalisis unsur belerang

1.)      Pada tabung ke-1 itu ditambahkan 2 tetes asam asetat

2.)      Ditambahkan lagi 2 tetes Pb Asetat

3.)      Ditunggu dan diamati endapan yang terbentuk

4.)      Diperoleh endapan hitam yang menandakan unsur belerang.

                   C.     Menganalisis unsur Halogen

1.)      Pada tabung ke-2 ditambahkan beberapa tetes HNO3

2.)      Dididihkan untuk menghilangkan HCN dan H2S

3.)      Ditambahkan 2 tetes AgNO3 0,1N

4.)      Ditunggu dan diamati endapan terbentuk

5.)   Diperoleh endapan yang terbentuk endapan cermin perak yang menandakan unsur halogen.

                   D.    Menganalisis unsur Nitrogen

1.)      Pada tabung ke-3 ditambahkan FeSO4 kristal 1 ½ spatula

2.)      Dipanaskan pada penangas air hingga mendidih

3.)      Ditambahkan beberapa tetes H2SO4 pekat

4.)      Dipanaskan kembali

5.)      Setelah dilakukan pemanasan maka

6.)      Diperoleh endapan biru berlin yang menandakan adanya unsur nitrogen.

Berikut adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini:

https://youtu.be/A6SKSx6jpzI

Berdasarkan video tersebut timbul 3 pertanyaan, diantaranya sebagai berikut:

1.  Pada percobaan analisis unsur halogen dengan metoda leburan dengan natrium, kenapa dimasukkan 3 logam natrium? berikan alasannya

2.  unsur halogen apakah yang terbentuk pada video percobaan di atas?

3. kenapa pada penentuan unsur nitrogen dilakukan 2 kali pemanasan? berikan alasan setiap pemanasan tersebut.

 

 

 

Komentar

  1. Baiklah saya Suci Rohana Putri Tambunan (A1C119050) akan menjawab permasalahan no.2
    Dalam video yang dilampirkan terbentuk endapan cermin perak berwarna kuning yang menandakan adanya unsur halogen yaitu Iodida.

    BalasHapus
  2. Baiklah, Perkenalkan saya Sindi Permata Sari, Nim A1C119064, saya ingin menjawab pertanyaan no 3, menurut saya dilakukan 2 kali pemanasan bertujuan
    Agar logam natrium lebih banyak didapatkan karena adanya 2 kali pemanasan, jika hanya 1 atau 2 buah natrium maka natrium akan habis sesudah pemanasan kedua, jika lebih dari 3 natrium nya akan kebanyakan sehingga perbandingan bahan nya tidak sesuai

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Baiklah, disini saya Esra Oktapriani Gultom dengan nim (A1C119059) akan menjawab permasalahan no 1. Jadi untuk menganalisis unsur dalam percobaan ini digunakan 3 logam natrium bertujuan untuk mendeteksi keberadaan unsur belerang, nitrogen, dan halogen yang dimana prosedur yang dilakukan terlebih dahulu yaitu senyawa sampel yang ditambahkan dengan padatan logam natrium, jadi digunakan 3 potong logam Na agar reaksinya cepat yang kemudian dipanaskan dengan metoda pekeburan pemanasan yang kemudian akan menjadi ekstrak natrium (Na)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI ALKOHOL

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: REAKSI-REAKSI ALKOHOL

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: METODE EKSTRAKSI SENYAWA-SENYAWA ORGANIK

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI ALDEHID

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: REAKSI-REAKSI HIDROKARBON

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : KROMATOGRAFI KOLOM