LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

 

 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I :  ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

 

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK I

 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

ADITH ANDRIZAL

(A1C119065)

 

 

NAMA DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

PERCOBAAN KE-1

 

VII.       DATA PENGAMATAN

prosedur

Fungsi alat dan bahan

tujuan

hasil

Dimasukkan  Urea + belerang +N2H4.2HCL kedalam lumpang

kemudian digerus

 

Alat :

- Lumpang sebagai tempat pencampuran bahan

- Alu sebagai alat menghaluskan dan mencampurkan bahan

Bahan :

Urea, belerang, N2H4.2HCL sebgai bahan dasar pembuatan larutan lassaige

Untuk paparasi sampel

terlebih dahulu

 

Urea, belerang, N2H4.2HCL tercampur menjadi homogeny dan halus

 

Logam Na 3 potong

dimasukkan kedalam vial lalu dipijarkan

Alat

-     Vial sebagai tempat logam na di panaskan

-     Penjepit digunakan sebagai alat konduktor agar tangan tidak terkena panas saat pemanasan vial 

-     Bunsen digunakan sebagai alat pemanasan vial

Bahan :

-     Logam Na digunakan sebagai bahan pembuatan larutan lassaige

Untuk melelehkan logam Na

 

- Detik ke 5 keluarnya asap putih

pekat di vial

- Logam Na menjadi menyatu

- kemudian di diamkan

 

Campuran sampel dimasukkan

ke dalam vial sebelumnya  lalu dipijarkan

Alat :

-  Spatula sebagai pengambilan bahan campuran sampel yang lalu dimasukkan kedalam vial

Untuk memudahkan

penggabungan sampel saat dimasukan ke dalam aquades

 

Detik ke 9 keluar ledakan kecil di vial dan keluarnya asap pekat yang menandakan campuran sudah siap untuk difiltrat

 

Vial tadi dimasukkan kedalam beker yang berisi 100 ml air

suling lalu didihkan kemudian didinginkan dan disaring

 

Alat :

-     Baker digunakan sebagai tempat aquades, pencampuran senyawa dan tempat pemanasan

-     Corong dan kertas saring digunakan untuk menyaring bahan penggangu pada larutan

Bahan :

-      Aquades sebagai larutan pencampuran dalam pembuatan larutan lassaige

Untuk membuatan larutan lassaige yang digunakan sebgai penentuan unsur halogen

Terbentuknya filtrar (larutan) lassaigne yang siap digunakan

 

Disediakan 3 tabung reaksi lalu dimasukan filtrate secekupnya

Alat :

-     Pipet tetes digunakan sebagai alat untuk memindahkan filtrar ke tabung reaksi

-     Tabung reaksi digunakan sebagai tempat filtrar dan uji coba

Bahan :

-  Filtrate sebagai bahan dalam penentuan unur belerang, halogen dan natrium

Untuk menyiapkan bahan yang akan di uji coba nantinya

Filtrar di tabung reaksi dapat digunakan

Fitrar ditambahkan 2 tetes asam asetat + 2 tetes larutan Pb Asetat

Alat :

-     Pipet tetes digunakan sebagai alat untuk memindahkan asam asetat dan Pb asetat ke tabung reaksi yang berisi filtrar

-           

Untuk melihat endapan yang terjadi

 

Terbentuknya endapan hitam yang menandakan adanya unsur belerang

Filtrat + beberapa tetes HNO3 lalu dipanaskan

kemudian ditambah 2 tetes AgNO3 0,1 N

Alat:

-          Pipet tetes digunakan untuk memindahkan HNO3 dan AgNO3

Bahan :

-          Filtrat: sebagai bahan penyaringan HNO3

-          HNO3 sebagai bahan untuk menghilangkan unsur senyawa hcn h2s

-          AgNO3 sebagai bahan untuk menentukan ada atau tidaknya halogen

Dipanaskan bertujuan untuk melihat HCN dan H2S dan setelah penambahan AgNO3 bertujuan  Untuk melihat endapan yang terjadi

 

Terbentuknya cermin perak yang

menandakan adanya unsur halogen

(Iodida)

 

FeSO4 Kristal 1,5 spatula dimasukan ke tabung ke-3 kemudian dipanaskan diatas penangas air lalu ditambahkan beberapa tetes H2SO4 pekat dan dipanaskan kembali

Alat:

-          Spatula sebagai pengambilan  bahan campuran sampel kemudian dimasukkan ke tabung

-          Penangas berfungsi untuk menciptakan suhu yang konstan

Untuk menentukan unsur nitrogen

Biru berlin yang menandakan adanya unsur nitrogen pada larutan


VII. PEMBAHASAN

Pada percobaan analisa unsur unsur zat organik kami menganalisis unsur halogen dengan metode leburan dengan Natrium. Metode peleburan Na (Lassaigne’s test) ini  merupakan  logam natrium yang sangat reaktif yang direaksikan dengan senyawa organik sehingga didapatkan larutan lassaige atau filtrat peleburan Na. Cara pembuatan  Filtrat yang kami gunakan adalah mencampurkan Urea, Belerang, dan N2H4.2HCL yang digerus kemudian di masukan ke dalam Na yang sudah dipanaskan terlebih dahulu. Lalu campuran sampel dan Na di panaskan kembali lalu dimasukkan kedalam aquades dan didihkan kemudian disaring. Larutan (filtrate) tersebut yang dinamakan Lassaige atau filtrate peleburan logam Na yang akan digunakan sebagai penentuan unsur belerang, halogen dan nitrogen.

Pada uji coba belereng, tabung 1 yang berisi dengan filtrat peleburan logam Na ditambahkan 2 tetes CH3COOH larutan berwarna putih kebiruan bertujuan untuk mengasamkan filtrat dan 2 tetes larutan Pb Asetat kemudian di aduk dan terbentuk berwarna hitang yang menandakan terbentuknya unsur belerang.

Uji adanya halogen digunakan filtrat peleburan Na yang ditambahkan dengan HNO3 encer. Fungsi penambahan HNO3 encer adalah menguraikan asam sianida dan asam sulfida yang terbentuk selama fusi, ion sianida dan sulfida yang tidak teruraiakan ikut bereaksi dalam perak nitrat sehingga mengganggu pengujian. Setelah penambahan HNO3 encer, tambahkan pula sedikit AgNO3 yang berfungsi untuk mengendapkan unsur halogen yang terikat dengan ion perak dan setiap unsur halogen akan memiliki warna khas masing-masing. Pada percobaan di atas didapatkan endapan berwarna cermin perak artinya didalam senyawa yang diuji mengandung halogen dengan unsur iodiada.

Unsur nitrogen ditandai dengan terbetuknya warna hijau atau biru prusia dalam senyawa. Pada percobaan unsur nitrogen di uji pada filtrat peleburan Na.  untuk membasakan filtrat peleburan Na ditambahkan besi sulfat bertujuandan untuk membentuk sodium ferrocyanide, kemudian penambahan FeCl+ HCl (digunakan untuk pengasaman larutan) adalah membentuk biru prusia yang menandai adanya unsur nitrogen.

Pada ketiga uji yang dilakukan terdapat persamaan yaitu sama – sama menggunakan ekstrak Lassaigne atau filtrat peleburan Na yaitu zat yang  digunakan sebagai unsur yang  mengandung logam Na reaktif untuk mengubah senyawa organik dari bentuk kovalen menjadi ionik. Logam Na digunakan untuk mendeteksi unsur-unsur organik pada senyawa organik karena sifatnya yang reaktif. 

VIII. PERTANYAAN

1.  Kenapa larutan lassaige atau peleburan Na yang digunakan untuk mengidentifikasi unsur halogen ?

2.   Kenapa pada percobaan penentuan unsur belerang saat ditambahkan Pb asetat langsung terbentuknya endapan hitam?

3.  mengapa setelah penambahan beberapa tetes HNO3 , campuran itu lalu dipanaskan pada perilakuan penentuan unsur halogen 

IX. KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang didapat pada percobaan kali ini adalah :

1.   Dalam menganalisa suatu unsur organik dalam suatu senyawa organik secara kualikatif maka diperlukan suatu ketelitian dalam melakukan percobaan dalam mereaksikan zat-zat yang diuji, sehingga nantinya unsur yang akan diidentifikasikan akan berhasil diketahui.

2.   Tahapan kerja yang dilakukan dalam analisis unsur halogen adalah dengan menggunakan larutan lassaige atau larutan peleburan Na yang akan dipakai sebagai penentuan unsur belerang, halogen dan nitrogen dengan menambahkan beberapa larutan yang akan mengidentifiksi unsur apa yang terdapat dalam larutan terebut.

 

X. DAFTAR PUSTAKA 

Day, R.A dan Underwood, A.L.2001. Analisis Kimia Kuantitas. Jakarta : Erlangga.

Edward K.H. dan D.Li. “Solubility” in Drug Like Properties : Concept, Structure, Design, and Methods, from ADME to Toxicity Optimization. Elsevier

Sri Rejeki dkk.2014.Distribusi kandungan karbon organik total (kot) dan fosfat di perairan sayung, kabupaten demak.jawa: Universitas Diponegoro. Jurnal oseanografi. Volume 3, Nomor  1.

Siska tria., 2012, analisis kualitif, https://siskaapriyoannita.wordpress.com /2012/03/03/analisis-kualitatif, diakses pada 14 februari 2021)

Tim Kimia Organik. 2015. Penuntun pratikum kimia  organik 1. Jambi : universitas jambi

Komentar

  1. Baiklah, saya Suci Rohana Putri Tambunan (A1C119050) akan menjawab pertanyaan no.1.
    Penggunaan larutan Lassaigne atau peleburan Na karena logam Na sangat reaktif. Di mana dalam pengujiannya, senyawa organik yang direaksikan dengan logam Na diubah dari bentuk kovalen menjadi ionik.

    BalasHapus

  2. Ijin menjawab pertanyaan no 2.
    Perkenalkan saya Esra Oktapriani Gultom dengan nim A1C119059.
    Adanya unsur S dalam
    larutan yaitu yang ditandai dengan larutan berwarna hitam
    karena sebelumnya larutan lassaige di asamkan dengan cha3cooh dan setelah penambahan pb asetat tepat terjadinya raksi di larutan lassaige yang terbentuknya endapan hitam

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Sindi Permata Sari, Nim A1C119064, Ingin menjawab pertanyaan Adit no 3, fungsi dari penambahan HNO3 itu adalah untuk mengidentifikasi atau memperjelas apakah ada unsur halogen dalam suatu larutan tersebut.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI ALKOHOL

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: REAKSI-REAKSI ALKOHOL

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: METODE EKSTRAKSI SENYAWA-SENYAWA ORGANIK

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI ALDEHID

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: REAKSI-REAKSI HIDROKARBON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : KROMATOGRAFI KOLOM