JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI ALDEHID
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I :
REAKSI-REAKSI ALDEHID
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH :
ADITH ANDRIZAL
(A1C119065)
NAMA DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
Percobaan Ke – 6
I Judul : Reaksi-reaksi Aldehid
II Hari, Tanggal : Senin, 22 Maret 2021
III Tujuan : Adapun tujuan dari percobaan ini, antara lain :
1. Dapat memahami azas-azas reaksi senyawa karbonil
2. Dapat menjelaskan pengujian tollen terhadap aldehid
IV Landasan Teori
Aldehid mempunyai gugus karbonil C=O. Sangat mudah aldehid menjalani reaksi oksidasi menjadi asam karboksilat yang memiliki jumlah atom karbon sama banyak. Pada aldehid pereaksi tollen’s jika di reduksi menjadi logam perak dan jika dioksidasi menjadi asam ybs. Yang dimana kandungan pereaksi tollen’s yaitu ion perak beramonia (Tim Kimia Organik, 2016).
Pada reagen tollen dapat dilakukan uji untuk membedakan gugus karbonil antara keton dan aldehid. Ekstrak sampel yang mengandung gugus karbonil bukan berasal dari aldehid, karena reagen tollen hanya beraksi dengan aldehid saja. Oleh karena itu, gugus karbonil yang terdapat pada ekstrak sampel merupakan keton (Supartono, 2012). https://media.neliti.com/media/publications/115048-ID-isolasi-dan-uji-daya-antimikroba-ekstrak.pdf
Senyawa organik yang mengandung gugus karbonil di ujung rantai karbon merupakan Aldehid (aldehid juga merupakan nama gugus fungsional) yang mempunyai satu gugus alkil atau aril. Aldehid pada golongan senyawa organik memiliki gugus fungsional karbonil dan terikat pada rantai karbon di satu sisi dan di sisi lainnya dikitat oleh atom hidrogen. Contoh senyawa dari aldehid ini adalah metanal atau lebih populer dengan nama trivialnya formaldehida atau formalin (Subandi, 2010).
untuk membedakan aldehid dan keton dapat menggunakan oksidasi aldehid. Dalam membuktikaannya bahwa senyawa yang digunakan terdapat gugus aldehida (—CHO) maka dapat digunakan pereaksi, salah satunya adalah pereaksi tollen. Yang dimana pereaksi tollen menggunakan larutan perak nitrat dengan larutan NH3 dengan reaksi :
Ag2O + 2NH3 + H2O —> 2[Ag(NH3)2]+ + 2OH-
(Dofirja, 2015) https://amaldoft.wordpress.com/2015/11/22/reaksi-reaksi-aldehida-turunan-alkana/
V Alat dan Bahan
5.1 Alat
1. Tabung reaksi
2. Bunsen
3. Pipet tetes
4. Gelas kimia
5. Kaki tiga dan kasa
5.2 Bahan
1. Pereaksi tollen
2. Glukosa
3. Amilum
4. Formaldehid
5. Aseton
6. Air
VI Prosedur Kerja
· Dipanaskan air terlebih dahulu
· Masing-masing sampel dimasukkan ke dalam tabung reaksi
· Di tetes demi tetes pereaksi tollen kedalam sampel glukosa
· Ditetes demi tetes pereaksi tollen ke dalam sampel amilum
· Ditetes demi tetes pereaksi tollen kedalam sampel formaldehid
· Ditetes demi tetes pereaksi tollen kedalam sampel aseton
· Dipanaskan sampel aseton yang telah di tetes sama pereaksi tollen
Berikut adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini :
https://youtu.be/eobCElPF1mU
Permasalahan :
1. Apakah pada percobaan ini suhu merupakan salah satu factor ?
2. Apakah jumlah larutan pada percobaan ini dapat menentukan hasil akhir ?
3. Mengapa pada percobaan ini tidak melakukan pengocokan ? sedangkan yang dimana kita tahu setiap dilakukan penambahan pereaksi harus dikocok terlebih dahulu agar reaksinya homogen
Baiklah perkenalkan saya Soni Fitri Br Nababan nim A1C119097, jadi saya ingin menjawab pertanyaan no (2). Pada saat pengujiaan dalam mereaksikan larutan satu ke larutan yang lainnya itu dilihat dari perbandingan massa/jumlah larutannya. Karena jika larutan yang satu lebih banyak, mungkin nantinya hasilnya akan berpengaruh tidak mengeluarkan hasilnya atau tidak bereaksi. Dilihat juga dari sifat disetiap kelarutan itu juga berbeda-beda. Ada yang mampu berinteraksi bereaksi ada yang tidak. Uji tollens ini jumlah tidak berpengaruh jumlah larutannya, karena apabila reagen tollens dimasukkan dalam larutan senyawa organik maka akan terbentuk cermin perak sebagai penanda bahwa terjadi reaksi aldehid.
BalasHapusbaiklah saya Esra Gultom (A1C119059) akanenjawab pertanyaan no 1.
BalasHapusdalam percobaan ini suhu merupakan salah satu faktor karena ubtuk menentukan senyawa aldehid itu diperlukannya pemanasan dalam sampel yang mana suhu dari pemanasan ini mempengaruhi keberhasilan identifikasinya
baiklah saya Rara Akda Septian dengan NIM A1C119095
BalasHapusAkan menjawab permasalahan no 3
karena sampel dan pereaksi yang dimasukkan tidak banyak,hanya beberapa tetes saja. oleh sebab itu bisa tidak kita lakukan pengocokan,namun bisa bercampur dengan cepat