JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI ALKOHOL

 

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I :

REAKSI-REAKSI ALKOHOL

 

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK I

 


 

 

DISUSUN OLEH :

ADITH ANDRIZAL

(A1C119065)

 

 

NAMA DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


Percobaan Ke – 8

 

  I  Judul                  :   Reaksi-reaksi Alkohol

  II  Hari, Tanggal     :   Senin, 12 April 2021

  III  Tujuan             :   Adapun tujuan dari percobaan ini, antara lain :

1.      Dapat mengetahui perbedaan alkohol primer, sekunder dan tersier

2.      Dapat mengetahui cara kerja uji lucas

3.      Dapat mengetahui azas-azas dari reaksi tersebut

 

IV  Landasan Teori      

Pada alkohol, atom karbon tetrahidrat akan mengikat dengan gugus ion. Contoh senyawa alkohol adalah metanol dengan molekulnya, tiga atom hidrogen yang terikat pada suatu atom karbon akan mengikat dengan gugus OH. Alkohol primer, sekunder dan tersier memiliki perbedaan yang dimana pada gugus OH akan mengikat atom karbon dengan jumlah yang berbeda-beda (Kurniawati, 2011).

Semua senyawa alkohol mengandung gugus fungsi hidroksil OH yang berarti jika suatu senyawa tidak terdapat kandungan tersebut yang menandakan bukan alkohol. Senyawa alkohol yang serik digunakan atau dikenal adalah etanol, dihasilkan secara biologis melalui fermentasi gula atau pati (Rasyid, 2014).

Alkohol, dari sudut pandang kimia, adalah senyawa organik yang mengandung gugus hidroksil yang terikat pada radikal alifatik atau salah satu turunannya. Dalam pengertian ini, karena merupakan senyawa, ada berbagai jenis alkohol. Dalam bahasa sehari-hari, senyawa kimia etanol dikenal dengan istilah alkohol atau disebut juga etil alkohol. Ini adalah cairan tak bewarna dan mudah terbakar, dengan titik didih 78ºC. Rumus kimia etil alkohol adalah CH3-CH2-OH. Senyawa ini digunakan untuk menyiapkan minuman beralkohol, yang, dalam banyak kesempatan, juga dikenal hanya sebagai alkohol (misalnya, “Kita harus membeli alkohol untuk pesta malam ini”, “Miguel minum terlalu banyak alkohol, dia tidak lagi tahu apa itu berkata ”)

https://definicion.de/alcohol/

Alkohol berasal dari bahasa Arab "al-kuhl" dan berarti "yang terbaik". Alkohol minum murni disebut "etanol" dalam kimia. Ini muncul sebagai produk metabolisme jamur ragi, yang memecah gula menjadi karbon dioksida dan alkohol. Titik leleh etanol murni adalah -114,5 ° C, titik didihnya 78,3 ° C. Etanol murni tidak berwarna, berbau menyengat dan terasa gosong. Ini larut dalam air (heute, 2010).

https://perspektive-tg.ch/wp-content/uploads/publikationen/informationstexte/eltern_erziehung/alkohol_gesellschaft.pdf

 

V  Alat dan Bahan

5.1  Alat

1.      Kertas label,

2.      Tabung reaksi,

3.      Pipet tetes,

4.      Alumunium foil,

5.      Bunsen,

6.      Kaki tiga,

7.      Kasa  

8.      Gelas kimia       

5.2 Bahan

1.      1 butanol,

2.      2 propanol,

3.      2 metil 2 propanol,

4.      Fenol,

5.      Senyawa X ,

6.      Senyawa y dan

7.      Senyawa z

 

VI  Prosedur Kerja

·         Diberi label di setiap tabung reaksi

·         Dimasukkan 5 tetes  senyawa tersebut ke dalam tabung reaksi

·         Ditambahkan 1 ml reagen lucas                         

·         Ditutup menggunakan alumunium foil

·         Di aduk perlahan

·         Dipanaskan larutan apabila tidak berubah warna dari bening ke keruh pada suhu 60 C selama 15 menit

 

 

Berikut adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini :

      https://youtu.be/9uw5IEtZSpw

 

Permasalahan :

1.      Kenapa pada percobaan uji lucas pada tabung reaksi ditutup pada bagian atasnya

2.      Apakah yang mempengaruhi hasil percobaan pada uji lucas tersebut

3.      Pada senyawa x kenapa larutan menjadi keruh setelah melakukan pemanasan?

Komentar

  1. baiklah Saya Sindi Permata Sari dengan NIM A1C119064 ingin menjawab Pertanyaan dari Adit No 3, Nah Pada senyawa x kenapa larutan menjadi keruh setelah melakukan pemanasan hal ini menandakan bahwa alkohol tersebut mengandung alkohol tersier akan dengan cepat bereaksi dengan reagen Lucas dengan ditandai dengan larutan menjadi keruh

    BalasHapus
  2. Perkenalkan Nama saya Gustina Romarti Fajrin dengan Nim : A1C119053. Akan menjawab pertanyaan adith yang nomor 1.

    Jadi tujuan dari penutupan tabung reaksi adalah agar tidak terjadinya penguapan. Dapat dilakukan d nganmngan dengan aluminium foil nah teman-teman bisa mengetahui bahwasanya kita sedang menguji reaksi pada alkohol alkohol disini memiliki titik didih yang lebih rendah dibandingkan dengan air di mana titik didih alkohol adalah 78,37 derajat Celcius sedangkan air itu mendidih pada suhu 100 derajat Celcius yang artinya nya alkohol mudah menguap sehingga kita perlu menutup tabung reaksi agar zat di dalamnya tidak menguap dan juga selain itu agar zat di dalamnya tetap panas dan tidak terkontaminasi dengan lingkungan jadi di karena titik didih dari alkohol ini lebih rendah sehingga kita perlu menutupnya dengan aluminium foil kita bisa menggantikannya dengan penutup tabung reaksi. Yang memiliki fungsi yang sama yaitu itu agar tidak terjadi penguapan. Dan kita bisa mengidentifikasi reaksi alkohol pada larutan tersebut

    BalasHapus
  3. baiklah saya Rara Akda Septian dengan NIM A1C119095
    Akan menjawab permasalahan no 2
    dengan menambahkan larutan penguji yaitu Reagen Lucas . dengan adanya penambahan reagen lucas dapt digunakan untuk Untuk melihat apakah beraksi dengan uji lucas dan terdapat perubahan warna menjadi keruh .

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: REAKSI-REAKSI ALKOHOL

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: METODE EKSTRAKSI SENYAWA-SENYAWA ORGANIK

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI ALDEHID

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: REAKSI-REAKSI HIDROKARBON

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : KROMATOGRAFI KOLOM