LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: PEMBUATAN SIKLOHEKSANON
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I:
PEMBUATAN SIKLOHEKSANON
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH :
ADITH ANDRIZAL
(A1C119065)
NAMA DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
Percobaan Ke – 10
VII . Data Pengamatan
|
NO |
PROSEDUR |
ALAT DAN BAHAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1 |
Dimasukkan sekitar 25 ml asam sulfat ke dalam Erlenmeyer lalu ditambahkan sekitar 10 ml sikloheksanol ke dalam tabung reaksi dam diguncangkan sampai campuran homogen. |
Alat Erlenmeyer sebagai tempat reaksi
Gelas beker Sebagai tempat jalannya reaksi
Corong pisah Untuk memisahkan sikloheksanon dari air.
Alat destilasi Untuk memisahkan sikloheksanon yang tercampur berdasarkan perbedaan titik didih
Bahan Asam sulfat dan Sikloheksanol sebagai sampel Es sebagai penjaga suhu system
Aquades sebagai pemebuatan larutan natrium dikromat
Natrium dikromat dan NaCl sebagai bahan penguji
Methanol untuk mengurangi kelebihan dikromat dan melakukan pemisahan produk lebih mudah
|
|
Larutan menjadi homogen dan siap untuk ditetesi larutan natrium dikromat |
|
2 |
Diberikan es disekitar Erlenmeyer
|
Untuk menjaga suhu system karena reaksi yang berlangsung adalah reaksi eksotermik |
Suhu larutan terjaga pada rentang 15-20 ºC |
|
|
3 |
Dimasukkan sekitar 15 ml aquades ke dalam natrium dikromat yang berada di dalam gelas beaker dan diguncangkan sampai homogen. |
Untuk menghomogenkan larutan atau membuat larutan natrium dikromat |
Larutan menjadi homogen |
|
|
4 |
Dimasukkan larutan natrium dikromat ke dalam corng pemisah dan dilakukan penentesan ke dalam Erlenmeyer yang berisi larutan asam sulfat dan sikloheksanol sambil diguncang dan dilihat apa yang terjadi. |
Untuk membuat zat pengoksidasi asam kromat |
Warna larutan perlahan berubah dri hijau tua ke coklat |
|
|
5 |
Dimasukkan larutan tadi ke dalam labu destilasi dan ditambahkan 2 ml metanol |
Penambahan methanol ditujukan untuk mengurangi kelebihan dikromat dan memungkinkan untuk melakukan pemisahan produk lebih mudah |
Larutan siap didestilasi |
|
|
6 |
Dilakukan destilasi terhadap larutan |
Untuk memisahkan sikloheksanon yang tercampur berdasarkan perbedaan titik didih |
Terbentuk 2 lapisan destilat di dalam labu dasar bulat |
|
|
7 |
Dimasukan NaCl sedikit ke dalam destilat |
Untuk memastikan bahwa lapisan air adalah polar dan mendorong saenyawa organic untuk lebih memisah dari air |
Terbentuk 2 lapisan fasa yang lebih jelas satu polar dan satu non polar |
|
|
8 |
Dimasukkan destilat ke dalam corong pemisah dan dipisahkan 2 fasa cairan tersebut dimana air berada dibawah dan sikloheksanon berada diatas |
Untuk memisahkan sikloheksanon dari air. |
Sikloheksanon telah terpisahkan dari air |
VIII. PEMBAHASAN
Pada percobaan ini, sikloheksanol di oksidasi menjadi sikloheksanon. Pada pembuatan sikloheksanon ini merupakan reaksi oksidasi alkohol sekunder alsiklik menjadi keton alisklik dengan oksidator kalium dikromat dalam suasana asam. Berikut ini reaksi pembuatan sikloheksanon, sebagai berikut :
C6H11 --> C6H11 = O + H2O
Sikloheksanol Sikloheksanon
Kalium dikromat yang digunakan harus dilarutkan dalam air sehingga terurai menjadi ion CrO72- dan K+. Pelarutan K2Cr2O7 menggunakan air membutuhkan waktu yang lama, ini dikarenakan kelarutan K2Cr2O7 bergantung pada suhu dan massanya. Adapun kelarutan K2Cr2O7 yaitu 20,5 gr K dalam 100 mL air pada suhu 0°C . Oleh karena itu, proses pelarutannya agak lama. Setelah itu, dihasilkan larutan berwarna orange kemudian ditambahkan dengan H2SO4 pekat dan terjadi reaksi eksoterm yang ditandai dengan panasnya larutan dimana hal tersebut menunjukkan adanya pelepasan kalor. Tujuan dari penambahan H2SO4 pekat yaitu sebagai pemberi sifat asam dikarenakan sesuai dengan sifat alkohol yang akan lebih mudah mengalami oksidasi ketika dalam suasana asam dan sebagai katalis untuk mempercepat laju reaksi dimana K2Cr2O7 sebagai oksidator dapat bereaksi dengan baik yang ditandai dengan naiknya suhu larutan.
Pada pembuatan ini terdapat keaadan ekstrim sehingga larutan terbentuk dua lapisan ketika pada saat ditambahkan NaCl, lapaisan tersebut terdiri dari lapisan atas yaitu sikloheksanon dan lapisan bawah air. Dan pada percobaain ini terdapat dua kali pemisahan yang pertama dengan cara destilasi dan cara kedua dengan corong pisah.
IX. PERTANYAAN
1. Kenapa pada percobaan ini dilakukan 2 kali pemisahan ?
2. Apakah jumlah larutan natrium dikromat pada percobaan ini menentukan hasil akhirnya ?
3. Faktor mendukung apa saja yang membuat hasil sesuai ?
X. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat kita peroleh dari percobaan kali ini adalah sebagai berikut :
1. Reaksi oksidasi alkohol sekunder alsiklik menjadi keton alisklik dengan oksidator kalium dikromat dalam suasana asam merupakan cara dalam pembuatan sikloheksanon.
2. pembuatan sikloheksanon dapat dilakukan dengan mengubah sikloheksanol menjadi sikloheksanon, reaksinya :
C6H11 --à C6H11 = O + H2O
Sikloheksanol Sikloheksanon
XI. DAFTAR PUSTAKA
Arman, 2012, Esterifikasi 2-Isopropil-5-Metil-Sikloheksanol Menggunakan Asam Propionate, Jurnal Kimia, Vol. 1, No. 2
Harsayanto, 2016, Amoksimasi Sikloheksanon Dengan Katalis, Jurnal Reactor, Vol 16, No. 1
Krisbiyanto, 2015, Pengaruh Variasi Rasio Mol Sikloheksanon-Benzaldehid, Vol. 1, No. 7
Tim Kimia Organic, 2016, Penuntun Kimia Organic 1, Jambi : Universitas Jambi
Baiklah Saya Esra Gultom (A1C119059) akan menjawab pertanyaan no 1.
BalasHapusdalam percobaan ini, dilakukan 2 kali pemisahan yang mana bertujuan untuk membandingkan hasil yang akurat dalam pembuatan sikloheksanon
Baiklah saya febby Rahmadayani ( A1C119052 ) akan menjawab pertanyaan dari adit no 3. Faktor pendukung keberhasilan adalah ketelitian praktikan dalam melakukan percobaan.
BalasHapusBaiklah saya Erina Shafura (A1C119068) akan menjawab pertanyaan no. 2.
BalasHapusTentu saja jumlah komposisi Natrium dikromat mempengaruhi hasil akhirnya. Karena jumlah komposisinya harus sesuai prosedur yang ada supaya hasil yang diperoleh berhasil dan memuaskan. Apa lagi natrium dikromat ini merupakan sampel yang diuji pada percobaan ini.