LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: KROMATOGRAFI KOLOM

 

 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I:

  KROMATOGRAFI KOLOM

 

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK I

 


 

DISUSUN OLEH :

ADITH ANDRIZAL

(A1C119065)

 

 

NAMA DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

 

Percobaan Ke – 12

 

VII . Data Pengamatan

NO

Perlakuan

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil Pengamatan

1

Dibuat bulatan kecil kapas dan dimasukkan pada kolom. Padatkan dengan menekannya menggunakan batang kolom sampai mendekati keran. Jangan gunakan kapas yang terlalu besar dan ketat dalam memapatkannya karena akan mempengaruhi aliran menjadi lebih lambat. Kemudian, dipasang kolom pada statif.

Alat :

1.    Kolom kromatografi berfungsi untuk melakukan proses pemisahan dengan kromatografi kolom

2.    Cincin penjepit berfungsi sebagai penjepit pompa udara pada kolom untuk mempercepat proses elusi

3.    Pompa udara berfungsi untuk mempercepat proses elusi

4.    Tabung reaksi berfungsi untuk menampung hasil elusi

5.    Rak tabung reaksi berfungsi sebagai penyangga tabung reaksi yang berisi hasil elusi

6.    Batang kolom berfungsi untuk memadatkan kapas pada leher kolom

7.    Pipa karet berfungsi untuk mengetuk perlahan kolom agar senyawa di dalamnya padat dan merata

8.    Pipet kaca berfungsi untuk mengalirkan pelarut dan sampel secara perlahan dan tepat

9.    Corong berfungsi untuk mengalirkan pasir dan silika gel ke dalam kolom secara hati-hati dan perlahan

10.     Gelas kimia berfungsi sebagai wadah untuk melarutkan silika gel dan melarutkna sampel

11.     Pengaduk berfungsi untuk mengaduk silika dan heksana dalam pembuatan bubur silika

12.      Statif berfungsi sebagai penyangga untuk memastikan kolom tetap tegak lurus dan vertikal

 

Bahan : 

1.   Pasir berfungsi sebagai pembatas antara silika gel dengan sampel agar tidak bercampur

2.   Silika gel berfungsi sebagai fasa diam dan absorben

3.   Kapas  berfungsi untuk menahan silika gel/absorben agar tidak keluar dari kolom

4.   Sampel yang mengandung klorofil dan beta-karotin berfungsi sebagai senyawa yang akan dipisahkan

5.   Heksana berfungsi sebagai pelarut nonpolar

6.   Heksana : EtAc dengan perbandingan 1:1 berfungsi sebagai pelarut polar

7.   Aseton berfungsi sebagai pembilas dalam pembersihan kolom

 

Untuk mempersiapkan alat dan bahan dalam melakukan uji coba

Alat sudah terpasang dan siap untuk digunakan

2

Dimasukkan pasir pada kolom menggunakan corong dan ratakan.

Untuk membuat pembatas antara silika gel dengan sampel agar tidak bercampur

Pasir berada di atas kapas

3

Diambil 2 sendok silika gel dan masukkan pada gelas kimia. Dilarutkan dengan menggunakan heksana secara perlahan dan aduk hingga rata. Pastikan tidak ada gelembung dan menjadi bubur homogen.

Untuk membuat fasa diam dan absorben

 

Larutan menjdi Homogen dan warna larutan keruh

4

Ditambahkan 5 ml heksana ke dalam kolom.

Sebagai sampel yang akan di uji coba

Heksana berada diatas pasir

5

Dibuka keran untuk memeriksa aliran cairan bekerja dengan baik.

Untuk melihat apakah alat berfungsi dengan baik

Heksana keluar dari kran

6

Dimasukkan bubur silika gel ke dalam kolom secara perlahan agar tidak terbentuk gelembung udara.

 

Terbentuk 2 lapisan, lapisan atas adalah heksana dan lapisan bawah silika gel

7

Dibuka kembali keran, bilas silika gel yang tersisa pada gelas kimia dengan heksana pada kolom dan masukkan pada kolom. Dibilas dinding kolom dengan heksana.

Agar silika gel tidak menempal pada  dinding kolom

Volume heksana bertamah

8

Gunakan pipa karet untuk mengetuk kolom secara perlahan.

Agar silika gel mengendap secara merata

Silika gel mengenap kebawah dengan baik

9

Hubungkan pompa udara dengan kolom, dengan cara memasukkannya pada mulut kolom dan dikencangkan dengan cincin penjepit. Perhatikan aliran cairan menjadi lebih cepat. Perhatikan pula miniskus eluen, pastikan agar kolom tidak kering. Pelarut harus berada di atas silika gel. Ketika miniskus hampir mencapai silika gel, lepas cincin penjepit dan tahan menggunakan tangan untuk mengontrol aliran cairan.

Untuk melakukan pemisahan

Volume heksana berkurang dan keluar melalui kran dengan cepat

10

Bilas bagian dalam kolom dengan heksana. Pasang kembali pompa udara, pastikan tidak ada gelembung udara.

Agar dinding tabung bersih dari pengotor

Volume Heksana bertambah

11

Setelah kolom dipastikan tidak ada gelembung udara, dimasukkan sedikit pasir sehingga silika gel tidak terganggu ketika dilakukan kromatografi kolom. Dibilas pasir pada dinding kolom dengan heksana.

Penambahan pasir tujuannya untuk mempermudah melakukan kromatografi kolom dan ketika penambahan heksana pasir tidak ada yang menempel pada dinding tabung

Terbentuk 3 lapisan, lapisan atas heksana, lapisan tengah tengah pasir dan lapisan bawah silika gel

12

Dimasukkan sampel yang telah dilarutkan dengan metil klorida ke dalam kolom secara merata melalui dinding kolom.

Untuk melarutkan sampel

Terbentuk 5 lapisan

13

Dibuka keran agar sampel mengalir menuju silika gel dan tambahkan heksana. Perhatikan meniskus, jangan biarkan kolom menjadi kering dengan menambahkan eluen secara hati-hati dan perlahan dengan gerakan melingkar. Eluen/pelarut harus selalu berada diatas silika gel.

Untuk membilas ekstrak

Terbentuk 5 lapisan

14

Dipasangkan kembali pompa udara..

Agar bisa melanjutkan elusi

cairan yang berwarna kuning bergerak cepat ke bawah karena bersifat non polar

15

Diganti tabung reaksi yang menampung cairan dengan tabung reaksi lain apabila sudah terisi penuh. Pegang leher kolom, bila terasa panas maka komponen pertama telah keluar/terelusi.

Utuk meletkakkan cairan yang keluar

Caairan berwrna kuning sudah berada di dekat kran sehingga warna cairan yang keluar berwrna kuning (beta karoten)

16

Setelah komponen pertama terelusi sempurna dari kolom, ganti pelarut dengan menggunakan heksana : EtAc dengan perbandingan 1:1.

Untuk mengubah ilmusi menjadi heksana dan meningkatkan palaritas

Terbentuk 4 lapisan

17

Tambahkan kembali pelarut, dipasangkan kembali pompa udara dan tamping cairan yang terelusi. Perhatikan miniskus, jangan biarkan kolom kering.

Agar pelarut tidak mongering saat melakukan elusi

Volume heksana bertambah dan cairan berwarna hijau muda dan tua kebawah

18

Ketika cairan berwarna hijau mencapai keran, ganti tabung reaksi. Diganti kembali tabung reaksi setelah cairan hijau telah tertampung semua.

Agar heksana dan cairan berwrna hijau tidak bercampur di tabung reaksi yang sama

Cairan berwarna hijau (campuran klorofil a dan b) telah keluar semua

19

Veriifkasi hasil identifikasi dengan menggunakan kromatografi lapis tipis.

Untuk memeriksa apakah sampel mengandung senyawa organik

Terdapat noda pada kromatografi lapis tipis

20

Setelah selesai memperoleh seluruh senyawa, lepas kembali pompa udara, keluarkan semua pelarut dan keringkan kolom. Buang silika gel pada wadah limbah silika dengan menggunakan pipa karet untuk mengetuk kolom agar dapat keluar sempurna. Jika sulit, maka bilas dengan sedikit aseton.

Untuk membersihkan kolom dari silika gel yang telah selesai di gunakan

Cairan berwarna kuning masih ada dan di keluarkan melalui kran yang kemudian di buang ke limbah. semua alat telah selesai digunakan dan diletakkan kembali

 

VIII.  PEMBAHASAN

Kromatografi kolom merupakan salah satu teknik dalam pemisahan dengan skala preparative. Pada percobaan ini, pemisahan dilakukan dengan menggunakan kolom kaca yang diisi dengan bahan penyerap, bahan penyerap yang digunakan pada percobaan ini adalah silika gel. Sebelum dimasukkan silika gel mula-mula dimasukan kapas terlebih dahulu kemudian pasir yang bertujuan untuk mempersiapkan lebih awal pembatas antara silika gel dan sampel agar tidak bercampur.

Sampel yang berupa campuran dimasukkan kedalam kolom yang dimana semua campuran ini akan terserap. Fase gerak atau yang biasanya disebut sebagai eluen yang digunakan pada percobaain ini yaitu heksana,  yang dialirkan terus-menerus melalui bahan penyerap.

Setiap zat dalam campuran terbawa turun dengan kecepatan yang berbeda-beda bergantung pada energy afinitasnya terhadap penyerap. Zat yang terpisah menuruni kolom dan ditampung dalam sejumlah tabung. Hasil pemisahan pada percobaan ini ada 2 satu masih berupa campuran yaitu campuran klorofil a dan b dan satu lagi menghasilkan senyawa yang telah murni, yaitu beta karoten. Untuk mengidentifikasi senyawa tersebut dapat menggunakan kromotografi lapis tipis.

 

IX. PERTANYAAN

1.      Jika tidak menggunakan pasir, apakah percobaan masih tetap berjalan?

2.      Selain heksana, fase gerak apa yang bisa digunakan dalam percoaan ini?

3.      Apakah volume sampel dalam kolom dapat mempengaruhi percobaan?

 

X. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan, dapat disimpulkan :

1.        Kromatografi kolom merupakan pemisahan senyawa dalam campuran yang dilakukan berdasarkan perbedaan tingkat absorben komponen campuran berdasarkan afinitasnya pada permukaan fasa diamnya.

2.          Heksana adalah pelarut nonpolar yang digunakan untuk memisahkan beta-karotin yang berwarna kuning, dan heskana : EtAC dengan perbandingan 1:1 adalah pelarut polar yang digunakan untuk memisahkan klorofil yang berwarna hijau.

3.       Dalam proses kromatografi kolom, pemisahan komponen senyawa dalam campuran dilakukan secara bertahap yang mana dalam pemisahannya digunakan silika gel sebagai fasa diam dan dalam prosesnya kolom tidak boleh dibiarkan sampai kering karena akan mempengaruhi proses pemisahan komponen.

 

XI. DAFTAR PUSTAKA

Anis Dkk, 2019, Pemisahan Jenis Pigmen Karotenoid Dari Kepiting Grapsus Sp Jantan Menggunakan Metode Kromatografi Kolom, Jurnal Pesisir Dan Laut Tropis, Vol.7, No.2

Azizah, 2011, Kromotografi Lapis Tipis dan Kolom, Jurnal Teknologi Kimia, Vol.4, No.2

Fitria, 2014, Peningkatan Kualitas Minyak Nilam Melalui Proses Adsorpsi Menggunakan Adsorben Γ-Alumina Dengan Sistem Flow, Indonesian Journal Of Chemical Research, Vol.2, No.1

Sulaiman, A., 2014, Identifikasi Komponen Hasil Hidrolisis Dengan Metode Kromotografi Lapis Tipis (KLT). Jurnal Litbang Pertanian, Vol.3, No.1

 

 

 

 

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Baik lah saya febby Rahmadayani ( A1C119052 ). Akan menjawab pertanyaan adit no 3

    Volume yg di gunakan akan berpengaruh pada hasil akhirnya, baik dri volume heksana yang di pisahkan maupun pelarutnya

    BalasHapus
  3. Baiklah, saya Suci Rohana Putri Tambunan (A1C119050), akan menjawab pertanyaan no. 2
    fasa gerak lainnya selain heksana yaitu Heksana : EtAc dengan perbandingan 1:1

    BalasHapus
  4. Baiklah saya Esra Oktapriani Gultom (A1C119059) akan menjawab pertanyaan no 1. apabila tidak menggunakan pasir percobaan akan tetap berjalan tetapi hasil dari percobaan tersebut tidak akan maksimal dikarenakan pasir disini berperan sebagai penyanggah dari siliki yang di larutkan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI ALKOHOL

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: REAKSI-REAKSI ALKOHOL

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: METODE EKSTRAKSI SENYAWA-SENYAWA ORGANIK

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI ALDEHID

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: REAKSI-REAKSI HIDROKARBON

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : KROMATOGRAFI KOLOM