JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

 

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I :

KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

 

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK I

 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

ADITH ANDRIZAL

(A1C119065)

 

 

NAMA DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


Percobaan Ke – 11

 

  I  Judul                  :   Kromatografi Lapis Tipis

  II  Hari, Tanggal  :   Senin, 3 Mei 2021

  III  Tujuan           :   Adapun tujuan dari percobaan ini, antara lain :

1.      Dapat mengetahui teknik-teknik dasar kromatografi lapis tipis

2.      Dapat membuat pelat kromatografinlapis tipis

3.   Dapat memisahkan suatu senyawa dari campurannya dengan kromatografi lapis tipis

 

IV  Landasan Teori      

Dalam kromatografi memiliki azas penting bahwasanya senyawa yang berbeda mempunyai koefisien distribusi yang berbeda pula antara fase diam dan fase gerak. Teknik dalam kromotografi, suatu campuran senyawa dapat dipisahkan  menjadi komonennya dengan membedakan pendistribusian zat antara dua fase yang disebut tadi. Kromotografi caranya dapat di gunakan dalam analisis kualitatif dan kuantitatif ( Tim Kimia Organik I, 2016).

Dalam kromatografi dapat dibedakan kombinasinya, yaitu bisa dilhat dari fase gerak dan fase diamnnya. Fase gerak dapat berupa cairan ataupun gas dan fase diamnya barupa zat cair atau padatan.  Sehingga kombinasinya berupa cair-gas, padat-cair, cair-cair, dan gas-padat (Wahyuni, 2013).

KLT atau Kromotografi Lapis Tipis digunakan untuk mencari fase gerak yang akan digunakan dalam kromotografi kolom. Fase  gerak yang digunakan yaitu, n-heksana, klorofom, etil asetat, dan n-butanol sedangkan fase diamnya menggunakan silika gel dalam penggunaannya di Kromotografi Lapis Tipis (Asih, 2010).

Pada penerapan Kromotografi Lapis Tipis diawali dengan melapisi plat dengan suspense bahan penyerap yang kemudian plat tersebut dikeringkan. Di atas plat di totolkan sampel yang dimasukkan ke dalam pelarut mudah menguap. Jika totolan tersebut kering kemudian plat tersebut dimasukkan ke dalam bejana yang terdapat larutan pengembang. Didalam bejana terdapat pemisahan, senyawa yang terpisah tampak seperti nida-noda yang utuh bergerak lurus ke atas (Khopkar, 2008).

 

V  Alat dan Bahan

5.1  Alat

1.      Bejana KLT

2.      Pinset

3.      Lampu UV 254

5.2 Bahan

1.      Fraksi n-heksan

2.      Fraksi etil asetat

3.      Fraksi air

4.      Plat KLT GF254

5.      Pipa kapiler

6.      Etanol 95%

7.      N-heksan

8.      Etil asetat

 

VI  Prosedur Kerja

Sebelumnya telah dilakukan penjenuhan pelarut untuk fase gerak yang ditempatkan dalam bejana KLT (fase gerak = n-heksan: etil asetat (1:1))(fase gerak = etanl 96%:etil asetat (1:1))

1.      Disiapkan plat KLT dengan ukuran 1x8 cm, ujung bawah dan ujung atas diberi garis batas dengan panjang 0,5 cm

2.      Diberi tanda nama fraksi yang akan digunkan dibelakang plat KLT

3.      Disiapkan pipa kapiler berdiameter kecil, kemudian bilas menggunakan etanol 96%

4.      Dimasukkan pipa kapiler ke tempat sampel. Biarkan sampel tertarik didalam pipa

5.      Ditotol sampel sebanyak 3 kali ditengan plat KLT bagian bawah, tepat digaris tanda

6.      Dimasukkan plat KLT yang sudah diberi sampel menggunakan pinset dengan posisi horizontal dan pstikan plat KLT berdiri tegak

7.      Dimasukkan seluruh plat KLT yang sudah diberi sampel (3 sampel) ke dalam masing masing bejana KLT yang berisi fase gerak yang telah dijenuhkan

8.      Didiamkan KLT hingga fase gerak bergerak maju menuju tanda batas atas, kemudian keluarkan plat KLT dan biarkan kering

9.      Setelah kering, plat KLT diamati dengan melihat bercak noda yang terpisah atau terbawa oleh fase gerak baik melalui sinar tampak ataupu pada lampu UV 254

10.  Kemudian dilingkari bercak noda menggunakan pensil kayu untuk memperjelas posisi bercak noda

11.  Setelah didapat jarak bercak noda, maka nilai RF dihitung.

 

Berikut adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini :

https://youtu.be/YGqX8B6DnbU

 

Permasalahan :

1.       Saat melakukan uji coba jika penjepit digantikan dengan tangan apa yang akan terjadi?

2.      Apakah waktu yang digunakan sama untuk setiap sampel dan fraksi yang digunakan?

3.      Jika plat KLT tidak tegak sempurna apakah yang akan terjadi?

Komentar

  1. Baiklah, saya Suci Rohana Putri Tambunan (A1C119050) akan menjawab soal no. 3
    Jika plat TlC tidak tegak sempurna maka plat akan terendam di dalam eluen dan akan mempengaruhi hasil pemisahan yang menyebabkan hasil yang diperoleh tidak sempurna, karena tidak terjadi pemisahan senyawa pada plat TLC.

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Erina Shafura (A1C119068), akan menjawab pertanyaan no. 1

    Menurut saya apabila fungsi dari penjepit digantikan dengan tangan tidak akan mempengaruhi jarak dari noda bercak bisa saja plat Klt terkontaminasi dengan suhu yang ditangan tersebut tetapi tidak terlalu berpengaruh besar. Namun ada lebih baiknya menggunakan penjepit saja sesuai prosedur supaya hadir yang diperoleh akurat memuaskan.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Esra Oktapriank Gultom (A1C119059) akan menajwab pertanyaan no 2.
    pada percobaan ini waktu yang digunakan tidak sama namun hal tersebut tidak mempenharuhi hasil akhirnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI ALKOHOL

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: REAKSI-REAKSI ALKOHOL

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: METODE EKSTRAKSI SENYAWA-SENYAWA ORGANIK

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI ALDEHID

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: REAKSI-REAKSI HIDROKARBON

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : KROMATOGRAFI KOLOM