JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI KETON

 

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I :

REAKSI-REAKSI KETON

 

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK I

 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

ADITH ANDRIZAL

(A1C119065)

 

 

NAMA DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


Percobaan Ke – 7

 

  I  Judul                  :   Reaksi-reaksi keton

  II  Hari, Tanggal     :   Senin, 5 April 2021

  III  Tujuan             :   Adapun tujuan dari percobaan ini, antara lain :

1.      Dapat memahami azas-azas reaksi senyawa karbonil

2.      Dapat menjelaskan jenis-jenis pengujian pada reaksi keton

IV  Landasan Teori      

Senyawa organik yang memiliki satu gugus karbonil dan terikat dengan dua gugus alkil atau satu gugus alkil merupakan senyawa keton dengan istilah lainnya senyawa organik yang karbon karbonilnya disatukan dengan dua karbon lainnya. Oksidasi alkohol sekunder merupakan salah satu cara dalam pembuatan senyawa keton dapat menggunakan beberapa pereaksi seperti CrO2, phiridinium khlor kromat, Na2Cr2O7 dan KMnO4 (Hadyana, 2009).

Polar merupakan sifat pada senyawa keton yang dimana sifat ini dapat membentuk sebuah gaya tarik menarik elektrostatik yang relatif kuat antar molekul. Sebuah molekul pada bagian positif akan tertarik pada bagian negatifnya. Keton dapat bereaksi dengan berbagai senyawa akan tetapi kurang reaktif (Ismail, 2016).

Propanon atau yang biasa dikenal dengan aseton merupakan senyawa keton yang paling sederhana  dengan rumus kimia C3H6O dengan 3 atom C nya yang mengikat atom H dan O. Pada senyawa keton yang lain tidak ada keton dengan jumlah atom C di bawah 3 selain propanon, dikarenakan bentuk struktur keton yang khas. (Yuli, 2016) http://yulianakimia.blogspot.com/2016/05/keton.html

Badan keton, sumber bahan bakar alternatif untuk sel, diubah dari asetil KoA oleh mitokondria hati. Badan keton adalah asetoasetat, 3-hidroksibutirat (-hidroksibutirat) dan aseton, produk sampingan yang tidak dimetabolisme. Definisi ketoasidosis digunakan dalam kasus di mana sintesis badan keton lebih banyak daripada yang digunakan. Contoh terbaik dari ini adalah diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol. Pada diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol, badan keton meningkat dalam darah (ketonemia) dan badan keton ini kemudian keluar melalui urin (ketonuria) https://www.bezelyedergi.net/post/keton-ci%CC%87si%CC%87mleri%CC%87

 

V  Alat dan Bahan

5.1  Alat

1.      Tabung Reaksi

2.      Spatula

3.       Suntik Penganti pipet tetes

4.      Gelas ukur

5.      Gelas arloji

6.      Pengaduk Mageneti

5.2 Bahan

1.      Aseton

2.      Air suling

3.      Reagen Kalium Iodida

4.      Pemutih

 

VI  Prosedur Kerja

·         Dimasukkan kaliium iodida dan spin kedalam gelas kimia serta di letakkan di atas hot plate serta di putar alatnya.

·         Kemudian perlahan lahan masukkan 10 ml air suling kedalamnya.

·         Ditambahkan 4 ml aseton kedalamnya dan ditambahkan pemutih  

·         Diaduk terus hingga 3-4 menit

·         Didiamkan semalaman

·         Disaring

 

Berikut adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini :

      https://youtu.be/QKvsslv_SKM

 

Permasalahan :

1.      Mengapa saat dimasukkan pemutih larutan langsung berubah menjadi coklat?

2.      Kenapa larutan berubah menjadi kuning pucat setelah di putar selama 3-4 menit dan kecepatannya di percepat?

3.      Apakah pemutaran yang terlalu lama dapat mempengaruhi hasil akhir?

Komentar

  1. Perkenalkan saya SONI FITRI NABABAN (A1C119097) ingin menjawab pertanyaan nomor 3 dari permasalahan Adit. Dalam uji haloform reaksi keton ini digunakan alat pengaduk magnetis yang untuk memudahkan praktikan dalam mengaduk. Jadi pemutaran pada alat magnetis ini bisa diatur cepat lambatnya pada saat pengaduk. Jadi pemutaran itu akan berpengaruh pada hasilnya, yang dimana jika dibutuhkan pemutaran yang lama maka hasilnya tidak maksimal. Yang seharusnya pemutaran relatif cepat malah diperlama maka hasil itu tidak sesuai dengan prediksi yang diharapkan. Contohnya dalam pengadukan adonan kue bolu itu sangat diperlukan kehati-hatian dalam memixer adonan tersebut karena berpengaruh pada hasil akhir bolu tersebut apakah bantet ataupun tidak. Itulah terkait dengan percobaan ini menggunakan alat pengaduk magnetis pemutarannya akan berpengaruh pada hasil akhir

    BalasHapus
  2. baiklah saya Rara Akda Septian dengan NIM A1C119095
    Akan menjawab permasalahan no 2
    karena semua reaktan bereaksi dengan benar setelah pengadukan . dan kecepatan dipercepat agar cepat mengalami reaksi.

    BalasHapus
  3. Perkenalkan nama saya Lela Sastry Br Sormin dengan Nim A1C119086 akan menjawab pertanyaan no 1 akan dia akan bereaksi sehingga berubah warna menjadi warna coklat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI ALKOHOL

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: REAKSI-REAKSI ALKOHOL

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: METODE EKSTRAKSI SENYAWA-SENYAWA ORGANIK

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI ALDEHID

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: REAKSI-REAKSI HIDROKARBON

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : KROMATOGRAFI KOLOM