LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: PEMURNIAN ZAT PADAT
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I:
PEMURNIAN ZAT PADAT
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH :
ADITH ANDRIZAL
(A1C119065)
NAMA DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
Percobaan Ke – 4
VII . Data Pengamatan
|
Prosedur |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan Prosedur |
Hasil |
|
1) Kapur barus dihaluskan menggunakan lumpang dan stamper 2) Kapur barus yang telah halus dimasukkan ke dalam beker gelas 3) Ditambahkan pasir kedalam beker gelas lalu di aduk hingga merata 4) Letakkan beker gelas di atas kaki tiga lalu gunakan aluminium foil untuk menutupi lubang pada beker gelas, dan letakkan es batu di atas gelas arloji. 5) Tunggu beberapa menit 6) Angkat gelas arloji, lalu terbentuk padatan kristal dari kapur barus |
Alat • Sendok sebagai alat pemindah zat dan bahan • Aluminium foil untuk menutupi gelas beker agar tertutup rapat • Gelas beaker untuk meletakkan bahan (pasir, kapur barus) • Lumpang & stamper untuk menghaluskan kapur barus • Lilin untuk pemanasan gelas beker yang berisi pasir dan kapur barus • Gelas arloji untuk meletakkan es batu • Kaki tiga sebagai penyangga ketika bahan tersebut dipanaskan Bahan • Es batu sebagai pendingin ketika gas kapur barus sehingga gas tersebut dapat langsung membeku • Pasir dicampurkan dengan kapur barus sebagi pengotor • Kapur barus sebagai zat yang akan dilihat proses sublimasinya |
Untuk dapat melakukan sublimasi atau pemurnian zat dari pengotornya, yang dimana disini yang menjadi pengotornya adalah pasir. |
Terbentuk kristal padat pada gelas arloji yang diatasnya terdapat Kristal |
VIII. PEMBAHASAN
Kristalisasi, detilasi, sublimasi, rekristalisasi, ekstraksi, kromatografi, dan penukaran ion merupakan metode-metode dalam melakukan pemurnian suatu zat padat. Pada percobaan ini hanya melakukan metode sublimasi yang bertujuan melakukan sublimasi dengan baik dengan melakukan pemanasan tehadap senyawa organik yang akan menyebabkan terjadinya perubahan dimana zat tersebut pada suhu kamar berada dalam bentuk padat dan pada tekanan tertentu zat tersebut akan meleleh kemudian mendidih. Perubahan fase yang terjadi dari padat ke cair lalu kefase gas.
Pada percobaan ini menggunakan metode sublimasi pada kapur barus halus kotor. Pemurnian kapur barus dengan menggunakan metode sublimasi dikarenakan karena sifat kapur barus yang mudah menyublim atau menguap. Reaksi dari kapur barus ini berlangsung dengan menggunakan zat padat dan mengalami proses perubahan langsung menjadi gas tanpa melalui fase cair, kemudian terkondensasi menjadi padatan atau Kristal kembali dikarenakan terjadi perubahan suhu dari panas ke dingin. Sehingga dalam proses sublimasi, kapur barus tidak berubah menjadi senyawa lain, hanya beubah bentuk (fase) dari padat ke gas dan kembali lagi ke padat. Pada percobaan ini kapur barus yang didapatkan belum benar-benar murni yang dikarenakan pengaruh lingkungan sekitar sehingga tidak semua pengotor dapat dipisahkan dan ini merupakan tahap awal dalam melakukan sublimasi, oleh karena itu harus dilakukan berulang-ulang melakukan sublimasi ini agar kapur barus yang didapatkan benar-benar murni.
IX. PERTANYAAN
1. Kenapa pada hasil akhir kapur barus masiah terdapat pasir?
2. Kenapa terbentuk larutan pada percobaan ini sedangkan tidak ada penambahan suatu larutan?
3. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi pada metode sublimasi ini?
X. KESIMPULAN
Dari Hasil Video yang kami amati , didapatkan lah pula Kesimpulan :
1. Metode-metode yang dapat dilakukan dalam memurnikan atau pemisahan suatu zat padat dapat melakukan metode Kristalisasi, detilasi, sublimasi, rekristalisasi, ekstraksi, kromatografi, dan penukaran ion.
2. Pemurnian zat padat mengunakan metode sublimasi merupakan salah satu proses atau teknik dimana memurnikan suatu campuran berbentuk untuk memperoleh zat zat murninya. Dalam suatu melakukan teknik pemurnian ini, campuran zat harus dipisahkan melalui pemanasan untuk mendapatkan zat-zat murni dengan melakukan berbagai cara.
XI. DAFTAR PUSTAKA
Boboy, 2018, PEMISAHAN CAMPURAN, https://mplk.politanikoe.ac.id/images/pdf/BA_Praktek_Kimia_Dasar/004_PEMISAHAN_CAMPURAN.pdf
Budi, 2017, kimia, Grasindo : gramedia.
Min, 2017, Pengertian Sublimasi, Tujuan Sublimasi dan Contoh Sublimasi, https:// www. pelajaran.co.id/2017/08/pengertian-sublimasi-tujuan-sublimasi-dan-contoh-sublimasi.html
Syamsurizal, 2019, Pemurnian Zat Padat Organik, http://syamsurizal.staff.unja. ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/
Perkenalkan nama saya:Elseria Afriyanti Togatorop
BalasHapusNIM : A1C119071
Akan menjawab permasalahan No 1
Pada percobaan ini kapur barus yang didapatkan belum benar-benar murni atau terdapat pengotor yaitu masih terdapat pasir pada kapur barus disebabkan pengaruh lingkungan sekitar sehingga tidak semua pengotor dapat dipisahkan, hal ini juga dapat disebabkan karena dalam percobaan ini proses sublimasi dari kapur barus itu belum sepenuhnya sempurna sehingga harus dilakukan berulang-ulang proses sublimasi hingga kristal yang diperoleh tidak mengandung zat pengotor/dihasilkan kristal murni
Baiklah perkenalkan saya
BalasHapusNama: Erina Shafura
Nim: A1C119068
Izin menjawab pertanyaan no. 3
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi proses sublimasi kapur barus ini adalah Ukuran dari kapur barus karena semakin besar ukurannya semakin lama proses pelelehannya, temperatur karena suhu harus memiliki peran penting dalam hal ini untuk melelehkan sampel dan katalis pada saat proses penyublingan, dan adanya zat pengotor
Baiklah Saya Sindi Permata Sari, Ingin menjawab pertanyaan dari adit no 2 , menurut saya hal ini dikarnakan Terbentuk kristal padat pada gelas arloji yang diatasnya terdapat Kristal, hal ini tidak perlu ditambahkan pelarut karna kristal sudah terkomposisi
BalasHapus