JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : Pemurnian Zat Padat

 

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : Pemurnian Zat Padat

 

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK I

 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

ADITH ANDRIZAL

(A1C119065)

 

 

NAMA DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


Percobaan Ke – 4

 

  I  Judul                  :   Pemurnian Zat Padat

  II  Hari, Tanggal     :   Senin, 8 Maret 2021

  III  Tujuan             :   Adapun tujuan dari percobaan ini, antara lain :

1. Untuk dapat mengetahui teknik-teknik pada Pemurnian Zat Padat

2. Untuk dapat mengetahui teknik sublimasi yang terjadi pada Pemurnian Zat Padat

IV  Landasan Teori       

            Suatu gabungan antara 2 senyawa atau beberapa unsur dinamakan campuran yang dimana komponen-komponen penyusunnya dibedakan antara sifat fisika zat tersebut. Oleh karena itu suatu campuran dapat dipisahkan atau dimurnikan suatu zatnya dengan berbagai metode yang digunakan seperti filtrasi, destilasi, corong pisah, ekstraksi, sublimasi dan sebagainnya yang memiliki jalan kerja yang berbeda-beda sesuai metodenya (Boboy, 2018)

(https://mplk.politanikoe.ac.id/images/pdf/BA_Praktek_Kimia_Dasar/004_PEMISAHAN_CAMPURAN.pdf )

Suatu campuran yang berbentuk padatan dapat dimurnikan suatu zatnya dengan memerlukan suatu teknik khusus ataupun pendekatan yang digunakan. Pendekatan yang dapat digunakan dengan mengenal karakteristik zat padat yang ingin dimurnikan baik sifat fisik dan sifat kimianya, karena dengan mengenal itu semua dapat menentukan keberhasilan pemurnian suatu zat padat tersebut. Selain itu hal yang harus diperhatikan adalah pelarut organik atau gradiennya kepolaran yang digunakan jika hendak mencampurkan lebih dari 2 senyawa. Dan teknik yang dapat digunakan pada pemurnian zat padat, yaitu : sublimasi, kristalisasi, dan khromatografi ( http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/ ).

Teknik sublimasi dapat dikenal dengan cara melihar kapur barus yang dibiarkan di ruang terbuka lama kelamaan akan menipis atau menyublim inilah yang mendasarkan teknik sublimasi pada pemurnian atau pemisahan suatu zat. Sublimasi merupakan salah satu metode pada pemisahan suatu zat padat dari campurannya yang dari fase padat ke fase gas dan kembali lagi ke fase padat tanpa melalui fase cairnya. Pada teknik ini dua zat yang dicampurkan salah satunya menyublim dan yang satunya tidak dapat menyublim, sehingga yang tidak dapat menyublim merupakan kotoran yang akan tertinggal saat pemanasan. (Budi, 2017) (https://books.google.co.id/books?id=uIhLMV56LVkC&pg=PA69&dq=sublimasi&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwjjlJDNrZ7vAhWjILcAHQV1D3sQ6AEwAHoECAIQAg#v=onepage&q=sublimasi&f=false )

Dalam melakukan suatu pemisahan campuran suatu zat padat dapat mengunakan metode Sublimasi yakni suatu metode dengan cara memanaskan zat padat yang terlarut pada zat padat lainnya sehingga zat padat yang akan diambil akan berubah menjadi gas. Gas yang akan dihasilkan akan menempel pada dinding piring kemudian dinginkan dan gas tersebut akan kembali lagi berbentuk padat. Syarat pemisahan campuran suatu zat padan dengan menggunakan cara Sublimasi yaitu partikel yang bercampur harus memiliki perbedaan titik didih yang besar sehingga dapat menghasilkan uap dengan tingkat kemurnian yang tinggi ( https://www.pelajaran.co.id/2017/08/pengertian-sublimasi-tujuan-sublimasi-dan-contoh-sublimasi.html )

 

V  Alat dan Bahan

5.1  Alat

1.  Sendok

2.  Alumunium Foil

3.  Gelas Beker

4.  Lumpang & Stamper

5.  Lilin

6.  Gelas Arloji

7.  Kaki Tiga

5.2 Bahan

       1. Es Batu

       2. Pasir

       3. Kapur Barus

       4. Minyak

 

VI  Prosedur Kerja

 6.1 Pemurnian Zat Padat Sublimasi

Ø  Dihaluskan Kapur Barus menggunakan Lumpang dan Stamper

Ø  Dimasukkan Kapur Barus yang telah halus kedalam Gelas Beker

Ø  Ditambhakan Pasir kedalam Gelas Beker dan Diaduk hingga Merata

Ø  Diletakkan Gelas Beker diatas Kaki tiga

Ø  Dipanaskan menggunakan lilin lalu gunakan alumunium foil untuk menutupi lubang gelas Beker

Ø  Diletakkan Es batu diatas gelas Arloji  

Ø  Ditunggu hingga beberapa Menit

Ø  Diangkat Gelas Arloji , Lalu terbentuklah padatan Kristal dari kapur barus

Ø  Hasil Pengamatan

Berikut adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini yahh  :

Pemurnian zat Padat Sublimasi

https://youtu.be/LOM8aTYFJMs

 

Permasalahan :

1. Selain kapur barus, bahan apa yang dapat digunakan pada metode sublimasi pemurnian suatu zat padat?

2. Apakah perbandingan jumlah pasir dan kapur barus tersebut menentukan keberhasilan metode sublimasi ini?

3. Jika lilin digantikan dengan Bunsen apakah waktu pemurnian zatnya berbeda?

 

Komentar

  1. Baiklah, saya Elseria Afriyanti Togatorop (A1C119071)
    akan menjawab pertanyaan no 2
    Perbandingan jumlah pasir dan kapur barus tersebut sangat menentukan keberhasilan metode sublimasi, dimana dalam proses sublimasi jumlah pasir lebih banyak dibandingkan jumlah kapur barus, sehingga pada proses penyubliman ini, kapur barus yang diletakkan diatas pasir menghilang dan mengalami proses penyubliman dan berubah menjadi kristal-kristal pada dinding kaleng.

    BalasHapus
  2. Baiklah saya sindi permata sari dengan nim A1C119064 ingin menjawab pertanyaan no 3 , sebenarnya bisa saja digantikan dengan bunsen ,karna fungsi nya sama yaitu memanaskan suatu zat.akan tetapi yang digunakan nyala apinya jangan terlalu besar

    BalasHapus
  3. Baiklah perkenalkan
    Nama: Erina Shafura
    Nim: A1C119068
    Izin menjawab pertanyaan no 1
    Selain kapur Barus, pada metode sublimasi ini kita bisa menggunakan bahan lain seperti kafein, asam benzoat, etanol, glukosa dan senyawa organik lainnya yang berupa zat padat.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI ALKOHOL

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: REAKSI-REAKSI ALKOHOL

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: METODE EKSTRAKSI SENYAWA-SENYAWA ORGANIK

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : REAKSI-REAKSI ALDEHID

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I: REAKSI-REAKSI HIDROKARBON

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : KROMATOGRAFI KOLOM